“Hari-hari pemberontakan besar akan tiba. Ini akan bermanfaat untuk membersihkan suasana pengap dan keheningan di dalam organisasi-organisasi tradisional kelas pekerja. Dan kami akan mempersiapkan diri untuk itu.” (Kaum Revolusioner Proletar)
Sebuah periode panjang perkembangan kapitalisme yang damai, dengan perjuangan serikat pekerja sehari-hari, perdebatan reformis yang bertele-tele, dan manuver parlementer yang remeh telah menciptakan organisasi yang kepemimpinannya dipenuhi oleh para oportunis, yang membelenggu energi revolusioner proletariat dengan sangat kuat. Di zaman kita, slogan menjaga persatuan mengalir dari psikologi organisasi resmi: ketua, sekretaris, yang terhubung dengan anggota parlemen, editor pers liberal, gerombolan borjuis dan borjuis kecil lapisan atas, yang semua mereka merupakan fungsionaris demokrasi borjuasi, yang merasa pijakan mereka semakin goyah.
Saat ini, kelas pekerja membutuhkan persatuan organisasi revolusioner, persatuan pemberontakan kelas revolusioner, sedangkan persatuan organisasi tradisional yang sudah usang semakin menjadi penghalang di sepanjang jalan menuju persatuan perjuangan kelas revolusioner proletariat. Massa rakyat pekerja, yang kehilangan keseimbangan akibat krisis, perang, revolusi dan kontra-revolusi di skala dunia, membutuhkan kejelasan ide, slogan yang tepat, jalan yang lurus, dan para pemimpin yang tidak goyah.
Tikus tanah dalam sejarah semakin tekun menggali terowongan bawah tanahnya–tatanan yang sebelumnya berdiri kokoh kini sedang runtuh dengan kecepatan penuh; banyak yang dulunya lemah, atau tampak tidak berdaya, sekarang menjadi perkasa. Pada babak pembuka revolusi kita, dalam Hari-Hari Agustus, perjuangan massa meledak bukan sebagai pemberontakan yang terorganisir, tapi juga bukan pertempuran terbuka yang menentukan secara spontan; ini adalah manifestasi badai awal, perwujudan kasar dari perjuangan kelas, yang terjadi di belahan bumi yang disapu oleh gelombang revolusi dunia.
Di negeri kita, pengalaman Pemberontakan Agustus yang dipelajari dengan baik akan mengabdi dan membantu proletariat dalam memusatkan lebih banyak kekuatan dalam persiapan yang diarahkan untuk pertempuran yang lebih besar yang akan tiba; di mana massa yang bangkit menuntut agar segala sesuatu diungkapkan dengan lantang, agar segala sesuatunya dinyatakan dengan sebutan aslinya, agar tidak ada nada setengah-setengah yang samar tetapi batasan yang jelas dan tepat dalam politik, agar para pengkhianat diboikot dan diburu, dan agar tempat mereka digantikan oleh kepemimpinan revolusioner proletar yang mengabdikan diri sepenuhnya pada perjuangan tersebut.
Di hadapan kita, parlemen masih ada, tetapi tidak lagi memiliki kekuasaan seperti dulu dan tidak akan pernah bisa kembali. Pemerintahan borjuasi membawa masyarakatnya menuju kebangkrutan yang tidak terperi. Mereka tidak mampu menjamin rakyat akan roti maupun perdamaian. Dengan mempelajari sejarah perjuangan kelas buruh sendiri, dalam diskusi ini, kami akan menjelaskan kepada para pekerja muda tentang nasib Indonesia di tahun-tahun perjuangan yang menanti. Tidak ada lagi jalan kembali menuju demokrasi parlementer yang damai.
Peristiwa-peristiwa saat ini secara tak-terhindarkan dan tak-terelakkan berujung pada konflik antara kaum proletar dan borjuasi yang semakin tajam–rakyat pekerja melawan militerisme. Pemotongan upah, kenaikan subsidi, PHK massal; kemiskinan, pengangguran, kelaparan; perang dan bencana tanpa akhir–semuanya akan membuka mata kita akan signifikansi perjuangan kelas revolusioner. Bergabunglah bersama kami untuk penggulingan kapitalisme secara sadar dan terorganisir!
