“Untuk mendapatkan kekuatan Anda, untuk membela hak Anda untuk hidup, untuk tidak lagi bekerja untuk memperkaya minoritas masyarakat yang tidak tahu malu—persiapkan revolusi buruh, bergabunglah dengan kami sekarang juga!”
– Kaum Bolshevik
Kelompok Pembebasan Buruh Berbah adalah lingkaran edukasi dan pengorganisasian buruh yang berbasis di gudang dan pabrik di Berbah, yang melakukan kerja-kerjanya untuk membangkitkan dan memperbesar kekuatan proletariat dalam mengakhiri kapitalisme secara revolusioner.
Penghapusan Rahasia Bisnis
Dalam mengusung solusi yang menguntungkan bagi rakyat pekerja, kita harus segera menyusun neraca kebangkrutan kapitalis yang tanpa ampun–menuntut penghapusan semua rahasia bisnis. Bagi kaum buruh, kelas tereksploitasi dari semua kategori, ini tidak sulit; upah pekerja dicatat dalam buku rekening kapitalis, di mana dalam hal pengeluaran, pengusaha mencatatnya dari minggu ke minggu. Namun para kapitalis, para penindas besar, dengan rasa cemburu menjaga rahasia mereka. Perusahaan-perusahaan besar, monopoli, dan korporasi-korporasi besar yang mendominasi total produksi negara dengan secara langsung memiliki sembilan persepuluh darinya, tidak pernah memberikan pertanggungjawaban atas pencurian mereka.
Kontrol Pekerja
Demokrasi borjuis memberi massa buruh semacam kendali politik atas para pemimpin mereka melalui kotak suara. Selama hal ini tidak merugikan mereka, kaum borjuis mengizinkan demokrasi semacam itu. Tetapi mereka tidak pernah mengizinkan kendali kecil atas administrasi ekonomi mereka, atas dasar eksploitasi mereka, yang berakhir pada anarki, kebangkrutan, pengangguran dan kemiskinan massa. Pekerja, produsen yang dieksploitasi, hanya perlu patuh dan tutup mulut; ia hanyalah bagian dari mesin tersebut.
Namun para pekerja ingin mengetahui semua bagian dari mesin itu. Hanya merekalah yang dapat menilai fungsinya. Sebagai pengganti pemerintahan kapitalis, mari kita tegakkan kendali yang tak kenal ampun dari kaum buruh. Mogok kerja harus dilakukan untuk membentuk komite pabrik, komite gudang, dan komite pekerja, yang dapat dengan mudah, dengan bantuan para ilmuwan, insinyur, dan akuntan yang jujur dan setia kepada kelas pekerja, menyingkirkan “rahasia bisnis” para penghisap. Dengan metode inilah kita harus menegakkan pengawasan publik atas bank, industri, dan perdagangan.
Untuk Para Pekerja!
Di bawah seruan umum ini, Kelompok Pembebasan Buruh Berbah memperjuangkan langkah-langkah berikut demi kepentingan kelas pekerja:
1. Minggu kerja 40 jam, kenaikan upah. Kontrol pekerja akan menunjukkan bahwa tingkat kekuatan produktif memungkinkan pengurangan jam kerja dan peningkatan upah.
2. Jaminan sosial dan asuransi kemiskinan. Cuti tahunan minimal satu bulan. Pensiun yang memungkinkan seseorang untuk hidup setelah usia lima puluh tahun.
3. Upah yang sama untuk pekerjaan yang sama dan hentikan pemotongan upah atas alasan apapun. Penghapusan eksploitasi berlebihan yang dilakukan pada perempuan, kaum muda, warga negeri asing dan minoritas kebangsaan.
4. Bagi perempuan pekerja, upah dan hak yang sama seperti bagi laki-laki pekerja. Perlindungan maternitas dengan cuti tambahan.
5. Bagi kaum muda, upahnya setara dengan orang dewasa. Perpanjangan masa studi dan magang mendapat pembiayaan sosial.
6. Langkah-langkah khusus untuk pencabutan semua peraturan khusus yang berlaku untuk pekerja asing dan pekerja kolonial.
Layanan Sosial untuk Rakyat Pekerja!
Lembaga-lembaga besar negara (kantor pos, bea cukai, dapur MBG, pendidikan, dan kesehatan, dan sebagainya), yang mengeksploitasi jutaan pekerja, berfungsi untuk kepentingan kapitalisme. Para pegawai pemerintah tingkat rendah dieksploitasi oleh para pejabat korup dan Tamak yang menggunakan jabatan mereka untuk memungkinkan kelas pemilik kekayaan menindas kaum buruh lebih jauh lagi. Kita harus melakukan perubahan total. Dengan kerjasama semua pihak yang tertindas, komite dan organisasi-organisasi proletar akan melakukan perubahan yang diperlukan untuk membangun layanan sosial nyata yang berfungsi oleh dan untuk massa pekerja.
Nasionalisasi Perbankan dan Industri Utama
Nasionalisasi bank, industri besar, transportasi, dan perusahaan asuransi adalah syarat awal bagi perekonomian yang diarahkan untuk kesejahteraan massa pekerja yang besar, untuk seluruh rakyat. Nasionalisasi ini tidak boleh memberikan ganti-rugi kepada para kapitalis besar yang telah memperkaya diri mereka sendiri dengan mengeksploitasi kaum proletar selama bertahun-tahun dan yang hanya mampu menawarkan kesengsaraan dan anarki ekonomi.
Nasionalisasi alat produksi dan pertukaran utama sama sekali tidak berarti penghancuran usaha kecil petani, pedagang, dan pengrajin. Sebaliknya, monopoli-monopoli besar yang memiliki hak istimewa justru yang mencekik usaha-usaha kecil. Usaha kecil harus dibiarkan bebas, dan kemudian para pekerja, setelah menasionalisasi perusahaan-perusahaan besar, dapat membantu mereka. Terencana ekonomi, berdasarkan kekayaan luar biasa yang dikumpulkan oleh bank, perusahaan kepercayaan, korporasi dan sebagainya, akan memungkinkan terbentuknya rencana produksi dan distribusi yang menawarkan pesanan langsung dari negara kepada produsen kecil, bahan baku, dan kredit dengan kondisi yang sepenuhnya menguntungkan. Dengan demikian, petani akan menerima mesin pertanian dan pupuk dengan harga rendah.
Nasionalisasi oleh kaum pekerja berarti menyatukan monopoli swasta besar, dukungan terhadap usaha kecil, dan mendistribusikan kembali produk untuk kepentingan sebagian produsen besar.
Monopoli Perdagangan Luar Negeri
Semua perdagangan luar negeri harus melalui tangan negara yang dikuasai kelas pekerja. Perdagangan tidak boleh lagi dikendalikan oleh monopoli swasta yang mengatur impor dan ekspor tanpa memperhatikan kepentingan konsumen. Keuntungan yang tak ternilai bagi masyarakat luas akan muncul dari intervensi antara produksi nasional dan pasar dunia ini. Hanya kekuasaan negara, yang diperintah oleh para pekerja secara demokratik, yang benar-benar akan mengendalikan semua perdagangan luar negeri untuk kepentingan kolektivitas.
Aliansi Buruh dan Tani
Kaum tani mencakup hampir separuh populasi Indonesia. Negara buruh harus bertumpu pada para petani yang dieksploitasi serta pada para pekerja di kota dan pedesaan. Program kami menjawab kebutuhan massa pedesaan yang besar serta kebutuhan kelas pekerja.
Kami menegaskan bahwa tujuan akhir kami, sebagai bentuk kemajuan yang lebih tinggi, adalah kolektivisasi pertanian dan juga industri. Tetapi proletariat tidak dapat memaksakan tujuan ini kepada kaum tani. Proletariat hanya dapat memfasilitasi evolusi menuju tujuan ini. Kaum proletar hanya dapat mengajukan usulan ke arah ini, yang kemudian harus dilengkapi, dikoreksi, dan berkerjasama melalui pengalaman bersama kedua kelas yang sama-sama tertindas oleh kelas kapitalis.
Pertama-tama kita harus menjamin bagi para petani kesempatan nyata untuk menentukan nasib mereka sendiri, untuk memutuskan penggunaan kekuatan dan harta benda mereka, untuk menyatakan preferensi mereka dalam metode pertanian, untuk memilih berdasarkan penilaian mereka sendiri pada saat yang tepat untuk beralih dari ekonomi swasta ke ekonomi kolektif. Populasi pedesaan jauh dari kata homogen. Kelas penguasa dan para profesor yang tunduk padanya dengan cermat mengingat fakta bahwa minoritas kecil telah memonopoli sebagian besar kepemilikan tanah dan telah terkonsentrasi di tangan mereka sarana produksi pertanian terbaik (mesin, traktor, ternak, dan sebagainya), belum lagi sumber kredit.
Kami menyarankan perjuangan kelas untuk segera memberlakukan langkah-langkah berikut:
1. Hak yang sama bagi pekerja pedesaan untuk mendapat perlakuan yang setara dengan pekerja perkotaan. Hukum umum yang mengatur kontrak, jam kerja dan hari istirahat mingguan, jaminan sosial (termasuk asuransi kemiskinan atau jaminan pensiun). Perundang-undangan ketenagakerjaan harus diterapkan sepenuhnya kepada pekerja pertanian.
2. Pengambilalihan properti besar, perkebunan, dan pertanian percontohan atas nama pertanian kolektif dan koperasi serta pertanian petani kecil.
3. Penghapusan sistem bagi hasil yang merugikan petani miskin. Penetapan harga panen dan revisi perjanjian sewa lahan oleh komite buruh tani yang dipilih secara demokratik.
4. Revisi hipotek, moratorium, dan hentikan semua gugatan dan penyertaan perbankan kepada kaum tani.
Untuk Komite Buruh dan Tani!
Aliansi antara kaum tani dan kaum buruh hanya akan tercapai jika kelas pekerja menunjukkan kekuatan, inisiatif yang tegas, dan kemampuan untuk melaksanakan program ini. Karena itulah kita harus, di atas segalanya, menciptakan kondisi untuk kesatuan tindakan.
Aliansi buruh yang terdiri dari partai-partai dan serikat pekerja harus diorganisir, menyatukan semua kekuatan kaum buruh tanpa kecuali. Sebuah komite nasional persekutuan pekerja, komite regional, dan komite lokal harus dibentuk dengan berbasiskan massa rakyat pekerja yang sedang berjuang. Ini harus dimulai dengan pemogokan dari pabrik dan gudang di kota, sebagai sumber utama peristiwa politik besar di zaman kita. Dorongan yang diberikan oleh komite-komite serikat pekerja ini, otoritas mereka di kalangan massa, akan menginspirasi kaum buruh di pedesaan untuk mengorganisir diri mereka menjadi komite-komite petani.
Kelompok Pembebasan Buruh Berbah tidak akan memiliki nilai revolusioner kecuali jika diarahkan pada penciptaan: (1) komite-komite perjuangan yang mewakili massa itu sendiri dan (2) milisi buruh, yang harus bersatu dalam aksi, meskipun diorganisir oleh berbagai partai dan organisasi proletar dan semi-proletar yang berbeda.
Untuk memperkuat perjuangan kaum buruh dan tani, komite-komite buruh harus mewujudkan kerja sama yang erat dengan komite-komite petani. Dibentuk sebagai organ perlindungan rakyat melawan negara borjuasi, aliansi komite organisasi-organisasi buruh dan tani ini, selama perjuangan berlangsung, harus menjadi organisme yang dipilih langsung oleh massa, badan politik buruh dan petani. Atas dasar ini, bentuk Negara dan Demokrasi Buruh akan dibangun sebagai cakar dan taring utama untuk menghancurkan kekuasaan kapitalis, dan Sistem Pemerintahan Mandiri Buruh dan Tani akan berjaya.
Hancurkan Kapitalisme, Gulingkan Negara Borjuasi!
Dalam mempertahankan kapitalisme dari perlawanan rakyat pekerja, kaum borjuasi melaksanakan rencana transformasi kekuasaan negara: mengurangi hak-hak lembaga demokrasi terpilih (parlemen, pers, dan intitusi demokrasi borjuasi lainnya), dan bahkan penindasan total terhadap hak-hak tersebut, karena tekanan proletar masih terasa di sana meskipun dengan cara yang menyimpang.
Kaum borjuasi berusaha memusatkan kekuasaan eksekutif di tangan segelintir orang yang memaksakan keputusan mereka melalui aparatur administrasi, militer, dan kepolisian yang brutal, tidak terkendali, dan korup.
Metode borjuis untuk intensifikasi militerisme, yang diarahkan terhadap kaum tertindas, harus diserang tanpa ampun oleh rakyat pekerja. Hanya kaum buruh, yang mengambil masa depan mereka sendiri ke tangan mereka, dalam satu dorongan revolusioner yang kuat, yang dapat dengan penuh semangat dan tekad baja menciptakan kekuatan besar yang diperlukan untuk menyelamatkan masyarakat dari oligarki kapitalis-imperialis yang merusaknya dan membawanya menuju horor tanpa akhir.
Tugas kita adalah menggantikan negara kapitalis, yang berfungsi untuk keuntungan para penindas besar, dengan negara buruh yang beraliansi dengan kaum tani. Tugas ini menyangkut pendirian pemerintahan mandiri buruh dan tani di negeri ini. Kepada semua, kami menyatakan bahwa ini bukan masalah ‘modifikasi’ sekunder, melainkan bahwa dominasi minoritas kecil kelas borjuis harus digantikan oleh kekuasaan mayoritas besar kaum pekerja yang memimpin di belakangnya seluruh bangsa.
Aliansi antara petani dan buruh sangat diperlukan untuk hal ini. Reaksi berusaha menakut-nakuti petani dengan momok kediktatoran proletar yang menundukkan petani kepada buruh. Namun pada kenyataannya, negara proletar tidak dapat dicapai selama proletariat terisolasi dari kaum petani.
Revolusi Oktober adalah sumber inspirasi utama kita. Namun, di Indonesia, kita dapat berbuat lebih baik daripada saudara-saudara kita di Rusia dan menghindari beberapa kesalahan mereka. Tingkat ekonomi kita lebih tinggi, dan kita bermaksud untuk bertindak sesuai dengan kondisi aktual negeri kita yang terhubung dengan situasi dunia. Kediktatoran proletariat dapat ditegakkan berdasarkan program yang jelas dan tepat serta pemahaman yang erat antara proletariat dan petani yang tereksploitasi oleh kapitalisme-imperialisme.
Kaum tani tersebar. Ini adalah salah satu alasan ketidakberdayaan politik mereka, terlepas dari jumlah dan pentingnya peran mereka dalam produksi. Kaum tani hanya dapat memperoleh bagian sebagai pelaksana fungsi pemerintahan dengan bersatu dengan kaum buruh melawan kaum borjuasi. Hanya dengan mendukung kediktatoran proletariat, yang akan melaksakan pemilihan umum secara langsung dan bebas; penghapusan sistem dua-kamar yang memisahkan fungsi eksekutif dan legislatif; me-‘recall’ dan menggaji pejabat pemerintah setara dengan gaji pekerja terampil; dan mendasarkan dirinya pada organisasi-organisasi massa proletar dan semi-proletar bersenjata.
Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Tertindas!
Board of Peace (BoP) adalah kejahatan keji bukan hanya bagi para pekerja di seluruh Timur Tengah, tetapi juga bagi para pekerja di negara pelaksana perjanjian imperialis seperti AS dan Indonesia. Pembelaan terhadap hubungan internasional yang dihasilkan dari perjanjian ini, yang di dalamnya kaum borjuasi-imperialis mencaplok Palestina tanpa plebisit telah mengobarkan perang.
Kaum borjuasi-nasional Indonesia saat ini tidak saja sedang menindas rakyat Papua, tetapi juga ikut menghancurkan dan meremukkan koloni-koloni yang sangat besar dalam papan catur politik imperialisme dunia. Untuk semua bangsa yang tertindas oleh kapitalis Indonesia–oleh Trump dan Prabowo, bank-bank AS dan Indonesia, dan sebagainya–untuk rakyat Palestina dan Papua, dan lain-lain, kami menuntut pemberlakuan hak demokratik untuk menentukan nasib sendiri dengan sepenuh-penuhnya. Massa buruh di negeri ini tidak tertarik membantu gembol-gembol pelayan perbankan untuk mempertahankan dominasi mereka atas bangsa lainnya. Sebaliknya, dengan memenangkan sekutu dan pendukung perjuangan kami sendiri, kaum buruh membantu perjuangan pembebasan bangsa dari dominasi brutal dan penghancuran imperialisme.
Lawan Perang Imperialisme!
Untuk mentransformasi masyarakat dan mengangkatnya keluar dari kekacauan, kita harus terlebih dahulu menyelamatkannya dari perang yang akan kembali menjerumuskannya ke dalamnya oleh kaum borjuasi.
Kelas penguasa Indonesia bergabung ke dalam PBB dan BoP, perkumpulan kaum borjuasi yang gila dan rakus, untuk menutupi tindakannya dengan kedok pasifisme sementara mereka membebankan biaya yang sangat besar dari perlombaan persenjataan kepada rakyat pekerja. Kebijakan “pertahanan” berupa “keamanan”, “persenjataan ulang”, dan lain-lain, memungkinkan kegilaan chauvinistik mereka untuk melakukan tugasnya, yakni menjerumuskan negeri ini menuju pembantaian mengerikan di masa depan.
Kaum proletar, petani miskin, pedagang kecil, pengrajin rumahan, dan pegawai negeri rendahan hanya dapat menghindari masa depan ini dengan menegakkan semua bentuk kendali mereka, dengan membongkar diplomasi rahasia, menentang dengan segala cara persiapan perang, yang mengarag pada perebutan pemerintahan dari tangan kapitalisme-imperialisme.
Kita harus melawan blok-blok politik imperialis, melawan kebohongan pasifis PBB dan BoP, melawan diplomasi rahasia perang dan kegilaan persenjataan! Hanya kemenangan kelas revolusioner buruh Indonesia yang dapat menghilangkan semua kemungkinan perang imperialis dan membangkitkan rakyat Asia dan koloni Palestina dan Papua yang tertindas. Di seluruh benua yang tua, terpecah belah, termiliterisasi, berlumuran darah, terancam kehancuran total oleh perang baru ini, kami mengibarkan satu-satunya panji pembebasan, yaitu: Revolusi Proletar Indonesia sebagai Bagian dari Revolusi Sosialis Dunia, Perdamaian Sejati dalam Federasi Negara-Negara Buruh yang Bersaudara!
Medan Perjuangan Kelas, Maret 2026
Kelompok Pembebasan Buruh Berbah
