Kategori
Seruan

Seruan Pendanaan untuk Perjuangan Revolusioner Massa

“Kaum borjuis di mana-mana menggunakan kantong uangnya untuk mempertahankan kapitalisme, sedangkan orang-orang terhisap dan tertindas yang maju dan sadar-kelas memanfaatkan koin-koin hasil keringat dan kerja kerasnya–meskipun dengan nominal yang kecil dan sangat terbatas–untuk melancarkan perjuangan revolusioner massa, membangun kemandirian politik kelasnya sendiri: partai revolusioner untuk memberi ekspresi yang sadar dan terorganisir dalam perjuangan massa.”

“Keberadaan sosial kita yang terhisap dan tertindas, miskin dan menderita, sudah seharusnya mengilhami kita dengan cinta yang penuh gairah terhadap perubahan mendasar dalam masyarakat, dengan hasrat yang membara untuk membuka jalan menuju kehidupan umat manusia di tingkat yang lebih tinggi dan manusiawi. Inilah semangat revolusioner yang harus kita tebar secara sadar dan terorganisir, kepada bunga-bunga proletar dan muda yang sedang berjuang mengarungi masa-masa tergelap dalam sejarah ini.”

Kaum Revolusioner

Perjuangan kelas tidak dapat dimajukan dengan pendirian setengah-hati dan bermain-main dengan riang-gembira. Perjuangan kelas membutuhkan tekad dan keyakinan sadar yang kuat dan tingkat pengorganisasian diri yang tinggi. Medan peperangan kelas penuh dengan serangan yang mematikan, ranjau yang menghancurkan, dan tipuan yang menghanyutkan. Pertempuran ini tidaklah sekadar berbentuk perjuangan ekonomi, perjuangan politik, dan perjuangan teori atau ideologi, karena pada tahap tertentu perjuangan ini akan mengambil bentuk perjuangan massa dengan cara-cara militer.

Di medan peperangan, prajurit yang meskipun mempunyai keberanian yang luar biasa dan berjumlah besar tapi tanpa perwira yang berpengalaman dan terampil maka dapat menjadi tak-berdaya, dipenuhi kebingungan, dan kalah di hadapan prajurit profesional yang berjumlah kecil tapi dipimpin oleh perwira yang berpengetahuan dan cakap. Ini juga berlaku dalam setiap demonstrasi, pemogokan, pemberontakan dan revolusi. Tan Malaka pernah berkata: ‘kini kebutuhan kita bukan pada keberanian semata, tapi lebih pada “pengetahuan revolusioner dan kecakapan mengambil sikap revolusioner”.’ Dalam periode sejarah yang tajam dan meledak-ledak, keberanian luar biasa dari seorang individu yang betapapun beraninya, tidak akan pernah bisa menggantikan kebutuhan akan pemahaman dan tindakan revolusioner, yang hanya bisa terpenuhi dengan pembangunan kepemimpinan revolusioner.

Inilah pelajaran yang diberikan Leon Trotsky ketika mengenang sosok heroik, terhormat, dan mulia–Mikhail Vasilievich Frunze. Dia bergabung dengan gerakan pekerja sejak usianya masih sangat muda, ketika dirinya tercatat sebagai mahasiswa. Pada masa Revolusi 1905 dan tahun-tahun yang penuh reaksi setelah kekalahan revolusi, keberanian pribadi yang jauh dari kata biasa mencirikan dirinya dalam perjuangan massa. Namun keberanian individu, bukanlah instrumen yang menentukan dalam aktivitas politiknya yang tinggi dan menggugah. Apa yang mempertahankan moral revolusionernya, tekad dan keyakinannya, adalah keterhubungan secara politik dan organisasional dalam pembangunan Bolshevisme. Dalam catatan untuk mengenang “Mikhail Frunze”, Trotsky menyampaikannya begitu rupa:

“Sejak saat itu, keberanian pribadi telah menandai pemuda revolusioner yang jauh dari kata biasa ini. Ia menembaki inspektur polisi yang terlibat dalam penindasan terhadap para pekerja Ivanovo-Voznesensk dan tindakan ini bersama dengan sisa pekerjaannya pada tahun 1907 membawa Mikhail Vasilievich ke kamp kerja paksa tempat ia menghabiskan beberapa tahun dalam kondisi yang paling keras, yang merusak kesehatannya. Kondisi di kamp kerja paksa merusak kesehatannya tetapi tidak mematahkan semangatnya. Ia keluar dari gerbang kamp sama seperti saat ia masuk, sebagai seorang Bolshevik revolusioner yang keras dan tidak berkompromi…. Mikhail Vasilievich muncul di Moskow, mengetuk pintu Komite Sentral dan menuntut penempatan di garis depan Perang Saudara. Maka dia berada di timur dalam pertempuran melawan Kolchak. Dia mengambil-alih komando pasukan, mantan mahasiswa revolusioner dan buruh narapidana yang tidak pernah menjalani pelatihan tempur dan dia mendapati dirinya sebagai kepala salah satu pasukan revolusioner yang dihadapkan dengan keraguan di pihak sebagian orang dan ketidakpercayaan di pihak yang lain dan pertanyaan wajar dari semua orang: apakah dia mampu memimpin?”

“Namun dia memimpin, dengan kehormatan dan kemuliaan. Segera dia akan berdiri di kepala empat kelompok pasukan. Saya ingat dengan bangga dan penuh kasih sayang dia mempersembahkan, di Samara, saya kira, satu resimen pekerja Ivanovo-Voznesensk untuk diperiksa. ‘Orang-orang ini, tidak akan mengkhianati Anda’. Dan mereka tidak mengkhianati kita. Jalan yang dilalui MV Frunze memandu resimen revolusionernya melewati Ural, lalu melintasi Turkestan dan dari sana ke Bukhara. Di dalam tubuh tentara, partai, dan Komite Sentral, opini yang jelas telah terbentuk saat itu: di tempat-tempat yang sulit, di tempat-tempat yang garis depannya goyah, dengan keberanian yang luar biasa, kemauan yang kuat, dan ketajaman mata yang dibutuhkan, Frunze harus dikirim … Di halaman-halaman sejarah perjuangan heroik Tentara Merah, ia menyala dengan panas yang tak pernah padam–kilatan kepahlawanan yang disertai dengan pekerjaan persiapan yang akurat dan dilakukan secara metodis.”

“…Namun nasib yang kejam tidak meramalkan hal ini. Orang yang sama yang telah selamat dari ujian kerja keras, melewati api Perang Saudara tanpa cedera dan lebih dari sekali atau dua kali mempertaruhkan nyawanya di medan perang di mana revolusi mengharuskan jatuh di bawah hantaman penghentian mendadak otot kecil yang dikenal sebagai jantung manusia. Otot ini adalah motor organisme kita. Orang yang sama yang dirinya sendiri adalah mesin revolusi dan tentara yang kuat jatuh, tiba-tiba terpukul, ketika mesin internalnya, jantungnya, menjadi lumpuh selamanya…. Namun, kita tidak akan sekadar berduka dan meratapi kawan seperjuangan kita yang terhormat. Sebagai kaum revolusioner, kita tidak hanya memikirkan hari ini, tetapi juga hari esok. Meskipun tidak ada penghiburan pribadi atas hilangnya kepribadian manusia yang heroik, ada penghiburan umum, kolektif, dan politis yang dapat ditemukan dalam kesadaran mendalam akan fakta bahwa perjuangan yang diemban MV Frunze hari demi hari sejak masa mudanya hingga jantungnya yang sakit berdebar-debar, adalah kemenangan dan bahwa kain kafan yang akan menutupi makam almarhum besok tidak akan jatuh dari tangan kuat kelas pekerja yang menang. Ada penghiburan dalam fakta bahwa Tentara Merah yang di dalamnya dan kemudian di bawah pimpinan mendiang kawan kita bekerja, berjuang, dan mengabdi pada perjuangan kaum proletar, sedang berkembang dan semakin dekat dan siap untuk menangkis seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya setiap pukulan yang mungkin datang dari musuh-musuh kita.”

“Ya, ada penghiburan dalam kenyataan bahwa perjuangan yang diperjuangkan Mikhail Vasilievich Frunze dan yang menyebabkan kematian, sang pejuang hebat itu, adalah perjuangan abadi. Perjuangan ini diwariskan dari satu bangsa ke bangsa lain, dari satu zaman ke zaman lain, dan di manapun keturunan kita yang jauh mengenang perjuangan heroik kaum proletar, mereka akan menyebut dengan rasa terima kasih, memberi penghormatan, dan cinta kepada sosok yang akan menemani Moskow besok dalam perjalanan terakhirnya. Mari kita tundukkan panji-panji kita dan hati kita yang berduka untuk mengenang sang pejuang dan berkata, ‘Selamat jalan, pejuang heroik Revolusi Oktober; selamat jalan, panglima Tentara Merah yang mulia; selamat jalan, Mikhail Vasilievich, pejuang yang tak terlupakan dan revolusioner yang tak kenal takut–selamat jalan selamanya!'”

Cepat atau lambat, orang-orang muda yang dapat meneruskan tekad api dan keyakinan baja dari pejuang revolusioner terdahulu akan ditemukan. Dalam gelombang Gerakan Indonesia Gelap hari ini, di mana pelajar atau mahasiswa berada di garis depannya, dari lapisan paling maju dan sadar-kelas pasti akan ditemukan calon-calon pemimpin politik dan militer yang akan mengikuti jejak Frunze. Hanya dengan pengorganisasian mereka ke dalam pembangunan kepemimpinan revolusionerlah, gerakan pemuda mendapat jaminan untuk mendaki tahapan perjuangan kelas berikutnya. Laki-laki dan perempuan muda yang sedang bergerak memerlukan kepemimpinan yang benar-benar memadai–kepemimpinan dari partai yang berpedoman pada teori yang paling maju–untuk memajukan perjuangan mereka ke tahap yang lebih tinggi–untuk melampaui ledakan spontan; untuk blok-blok persatuan kaum terhisap dan tertindas; untuk pemberontakan yang akan menggulingkan kekuasaan; untuk mengekspropriasi kepemilikan pribadi, untuk meluluhlantakkan segala perlawanan borjuasi; untuk transisi dari masyarakat kelas ke masyarakat yang bebas dan setara; dan seterusnya. Kepemimpinan inilah yang sedang Front Muda Revolusioner (FMR) bangun. Pada seruan “Revolusi Butuh Bantuan Anda!”, FMR menyampaikan:

“Kapitalisme sedang sekarat. Kondisi hanya membawa kemiskinan, pengangguran dan perang. Kelas penguasa tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Mereka semakin mengekang kebebasan berpendapat dan demokrasi. Kita membutuhkan dana untuk lebih banyak memproduksi majalah, jurnal, buku dan poster dan selebaran untuk membangun organisasi ini sebagai titik acuan bagi perjuangan revolusi sosialis.”

Keuangan revolusioner merupakan sebuah tradisi yang berakar dari pengalaman perjuangan kelas revolusioner Bolshevisme dan proletariat internasional. Dalam pembangunan kepemimpinan organiasasi kaum revolusioner profesional, finansial menempati posisi primer dan merupakan persoalan politik. Dari iuran anggota dan dana juang yang disumbangkan kontak atau partisipan luas, sebuah embrio dari partai revolusioner dapat meningkatkan kerja-kerja politiknya dengan mendirikan kantor, menyewa full-timer, memproduksi koran, majalah teori, buklet, distribusi literatur, pelaksanaan sekolah politik revolusioner tahunan, kunjungan kerja, dan sebagainya.

Hari-hari ini begitu banyak organisasi dan partai ‘Kiri’ yang dibangun dengan visi menumbangkan kapitalisme. Tetapi bila diteliti lebih dekat, hampir semua organisasi ini dikelola secara amatir, sehingga staminanya kendor, mengalami keretarakan parah dan lumpuh. Pada analisa terakhir, pendekatan amatiran sesungguhnya mengalir dari pemahaman atas teori sosialis yang eklektis, vulgar, dan oleh karena itu, keliru. Membangun organisasi atau kepemimpinan untuk penggulingan kapitalisme bukan sekadar masalah kapasitas manajemen atau administrasi, tetapi lebih-lebih menyangkut ideologi dan orientasi politik yang memadai. Apa yang menjadi ciri seorang revolusioner?:

“Tidak ada seorangpun yang wajib berpartisipasi dalam pembangunan kepemimpinan revolusioner, bergabung dengan FMR. Tetapi jika dia telah meyakini apa yang kami perjuangkan dengan hati dan nuraninya, dan ingin berpartisipasi untuk memperjuangkan masa depan umat manusia tanpa eksploitasi dan opresi, dia akan menganggap serius partai yang sedang kami bangun ini. Jika kita berani menyerukan kepada orang-orang yang terhisap dan tertindas untuk mengupayakan transformasi sosial yang mendasar, berarti kita memikul tanggung-jawab yang sangat besar, dan oleh karena itu, harus kita pikul dengan terorganisir dan sadar.”

Di tengah periode sejarah yang menajam dengan fluktuasi periodik dan belokan mendadak, semua organisasi dan partai diuji secara serius. Tanpa memperhatikan persoalan finans maka takkan ada yang mampu mempertahankan langkah-langkah konkret untuk membangun kepemimpinan revolusioner. Dalam membangun sebuah partai tempur yang tersentral dan kuat; mempraktikan sentralisme-demokatis dengan sepenuh-penuhnya; sentralisasi ide-ide termaju yang berasal dari pengalaman-pengalaman perjuangan kelas pekerja dan desentralisasi tugas-tugas untuk memajukan perjuangan massa. Ketika Lenin mengatakan kepada kamerad-kamerad Bolshevik, kita memerlukan ‘kaum revolusioner profesional’; maksud Lenin adalah seorang revolusioner harus memiliki pendekatan yang profesional terhadap masalah politik dan organisasional. Kita harus membangun organisasi revolusioner profesional; tidak cukup hanya memformulasikan perspektif dan program, karena juga memerlukan pengelolaan organisasi secara profesional. Profesionalitas terekspresikan melalui sumber pendanaan yang teratur hingga beragam kerja-kerja politik yang terukur. Perspektif Marxisme menempati posisi sentral dalam semua akvitas pembangunan kepemimpinan revolusioner. Demikianlah pengumpulan iuran maupun dana juang bukanlah berorientasi ‘Ekonomi Kapitalis’ tapi ‘Politik Marxis-Bolshevik’. FMR menjelaskannya melalui “Resolusi Keuangan Kongres 2022” dan “Panduan Membangun Finans Bolshevik”:

“Organisasi revolusioner mendasarkan sumber keuangannya dari anggota dan pendukung atau simpatisan mereka, yakni kelas proletar dan seluruh kaum tertindas, dan oleh karenanya hanya bertanggung jawab secara politik pada mereka. Kita harus menggalang dana organisasi langsung dari kantong rakyat pekerja dan tertindas, dari sepeser dua peser yang mereka miliki. Ini mempererat ikatan mereka dengan organisasi revolusioner mereka, dan membuat kaum terhisap dan tertindas merasa memiliki organisasi mereka sendiri. Ini mengajarkan kaum buruh dan muda, perempuan, bahkan bangsa tertindas bahwasanya mereka tidak membutuhkan juru selamat dari luar, bahwa mereka bisa membangun organisasi dengan kemampuan mereka sendiri, dengan seperak dua perak mereka sendiri. Kita harus mengambil pendekatan yang berani dalam finans. Bila kita yakin gagasan dan organisasi kita mampu membebaskan umat manusia dari mimpi buruk kapitalisme, maka tidak ada alasan untuk sungkan menuntut pengorbanan finans guna merealisasikan gagasan tersebut.”

“Pengorbanan revolusioner tidak bisa dilakukan seenaknya. Bila kita memahami perbedaan antara kaum Menshevik dan kaum Bolshevik, itu terletak pada komitmen dan kriteria dasar anggota mengenai masalah ini. Kaum Menshevik menginginkan bahwa mereka yang membayar iuran sebisanya sudah dianggap sebagai anggota organisasi tanpa harus berpeluh membangun organisasi. Lenin menginginkan lebih dari itu. Lenin menginginkan, mereka yang bergabung harus memberikan usaha maksimal untuk membangun organisasi, termasuk iuran maksimal. Kita tidak menginginkan mereka memperlakukan perjuangan ini sebagai pengisi waktu-senggang. Kita ingin menempa setiap kamerad menjadi kaum revolusioner profesional yang mendedikasikan seluruh kehidupannya untuk membangun organisasi revolusioner. Ini berarti juga mendedikasikan keuangannya untuk organisasi.”

Tinjauan menyeluruh terhadap perkembangan material obyektif dan subyektif sejarah sangat diperlukan untuk tumbuh. Setiap pertumbuhan kuantitas organisasi akan mencairkan kualitas organisasi. Semakin organisasi kaum revolusioner profesional merekrut banyak anggota baru yang masih muda dan hijau, secara dialektis level politik dan teori organisasi akan terpengaruhi. Tugas strategis kepemimpinan adalah meningkatkan level politik organisasi dengan mengadakan pendidikan teori tersistematis kepada semua anggota baru. Hanya dengan cara inilah kualitas organisasi dapat ditingkatkan, hingga bertransformasi kembali menjadi pertumbuhan kuantitas, dan seterusnya.

Di tengah krisis kapitalisme yang berlarut-larut, dengan tingkat inflasi yang meroket dan penghematan yang brutal, setiap lapisan pekerja dan muda mendapatkan serangan-serangan terhadap standar hidup yang luar biasa tajam. Tekanan ini menikam elemen-elemen sosial yang sedang melalukan pembangunan organisasi atau partai manapun. Telah banyak di antara kaum ‘aktivis’ yang secara organisasional membiayai kegiatannya dengan kerja-kerja ekonomi: jualan kaos, buka warung, bikin koperasi, dan lebih banyak lagi. Dalam membangun kepemimpinan revolusioner, sumber-sumber itu jelas tidak stabil. Organisasi kaum revolusioner profesional tak melarang anggotanya melakukan kegiatan tersebut; tetapi membatasinya sebagai inisiatif personal, bukan agenda yang diprogramkan secara organisasional.

Dalam membangun kepemimpinan tempur proletariat, kaum revolusioner profesional harus mendanai organisasinya dengan iuran reguler anggotanya, hasil-hasil penjualan koran dan literaturnya, dan dana juang dari internal (anggota) dan eksternal (lapisan buruh dan muda, perempuan dan bangsa tertindas yang menjadi pendukung atau kontak). Penekanan mengenai pendanaan bukanlah berdasarkan kecenderungan ekonomi tapi garis politik revolusioner Bolshevisme: kesadaran massa. Para pelopor harus melakukan kerja-kerja untuk mengumpulkan finans dengan berani, sabar dan serius. Kerja ini merupakan bagian dari seni pembangunan kepemimpinan revolusioner. Bahwa mereka harus menjelaskan dengan sabar dan meyakinkan orang-orang yang didekatinya untuk membantu pendanaan perjuangan revolusioner.

Krisis kapitalisme yang telah merusak standar hidup proletariat dan kaum muda tidak dapat menghalangi pendanaan untuk memajukan perjuangan revolusioner massa dengan membangun Bolshevisme. Mengabaikan kerja ini, dengan alasan bahwa banyak orang menjadi miskin dan tidak mampu membayar iuran maupun memberikan sumbangan, bukan saja merupakan prasangka yang keliru tapi juga menyiratkan ketidakpercayaan terhadap rakyat pekerja. Lapisan buruh dan muda siap berpisah dengan uang mereka bila mereka percaya pada gagasan Marxisme dan pembangunan kepemimpinan revolusioner ini. Mereka akan mencari cara untuk membayar iuran atau memberi sumbangan bila sudah meyakini apa yang kita perjuangkan, bahkan mereka akan bergabung bersama kita apabila mereka telah meyakini apa yang kita cintai dan mencintai apa yang kita yakini. Trotsky mengingatkan kita:

“Pengabdian pada perjuangan revolusioner massa, tidak mungkin tanpa pemahaman teoritis tentang hukum perjuangan revolusioner ini. Pengabdian revolusioner hanya mungkin jika seseorang mendapatkan kepastian bahwa pengabdiannya masuk akal, memadai; bahwa itu semua sesuai dengan tujuannya. Kepastian seperti itu hanya bisa diciptakan dengan wawasan teoritis [yang dipompa] ke dalam perjuangan kelas.”

Kaum revolusioner tidak berpura-pura netral dalam melihat masyarakat, tetapi secara terbuka mendukung perjuangan kelas yang tereksploitasi dan tertindas. Alur dan arah sejarah dibentuk oleh perjuangan antara kelas-kelas sosial yang kepentingan sosio-ekonominya saling-bertentangan. Marx dan Engels menjelaskan: ‘sejarah tidak melakukan apa-apa, “tidak memiliki kekayaan yang luar biasa”, “tidak melakukan pertempuran”. Adalah manusia, manusia sejati, yang hidup yang melakukan semua itu, yang memiliki dan bertarung; “sejarah” bukanlah, seolah-olah, seseorang yang terpisah, menggunakan manusia sebagai alat untuk mencapai tujuannya sendiri; sejarah tidak lain adalah aktivitas manusia yang mengejar tujuannya’.

Dalam mengejar tujuannya kaum buruh dan muda, perempuan dan bangsa tertindas tidak saja dibimbing oleh kebutuhan dan tuntutan mereka melainkan pula pengalaman-pengalaman hidupnya. Tidaklah semua lapisan proletariat dan pemuda dapat mengambil kesimpulan yang sama pada waktu yang sama. Keberadaan sosial dan peristiwa-peristiwa yang mereka hadapi membentuk kesadaran mereka. Beberapa orang percaya bahwa kapitalisme merupakan sistem terbaik. Beberapa lainnya melihat kapitalisme itu sangat buruk, tetapi menolak mengakhirinya secara revolusioner. Yang lain lagi hanya acuh tak acuh. Namun ada pula yang sampai pada kesimpulan bahwa perjuangan untuk sosialisme, untuk sampai pada masyarakat tanpa kelas adalah perlu. Di tengah heterogenitas kesadaran inilah pembangunan kepemimpinan revolusioner menjadi penting. Peran strategisnya adalah merumuskan secara sadar apa yang dipahami oleh massa dengan setengah-sadar atau tidak-sadar.

Sampai momen revolusi tiba, akan selalu ada elemen-elemen skeptis, apatis dan apolitis di sekitar elemen maju dan sadar-kelas yang ingin menghantam kekuasaan borjuis. Karakter kesadaran kelas yang kontradiktif dan heterogen adalah fakta yang harus dipahami dan dipecahkan secara revolusioner. Di tengah krisis kapitalisme, dengan tingkat ketidakstabilan yang semakin mendalam, yang ditandai oleh fluktuasi periodik dan perubahan situasi mendadak–maka pembangunan partai revolusioner secara signifikan dapat mempengaruhi dan bahkan mempercepat penarikan kesimpulan dan perkembangan kesadaran yang lambat. Kesadaran umat manusia bersifat konservatif, tetapi berpotensi menjadi radikal dan revolusioner. Trotsky pernah menulis:

“Hanya secara terus-menerus, berdasarkan pengalaman mereka sendiri, lapisan massa yang luas dapat diyakinkan bahwa kepemimpinan baru lebih kuat, lebih dapat diandalkan, lebih setia daripada yang lama. Yang pasti, selama revolusi, yaitu ketika peristiwa bergerak cepat, partai yang lemah dapat dengan cepat tumbuh menjadi yang perkasa asalkan jelas memahami jalannya revolusi dan memiliki kader-kader yang gigih yang tidak mabuk dengan kata-kata dan tidak diteror oleh penganiayaan. Tetapi partai seperti itu harus ada sebelum revolusi, karena proses pendidikan kader memerlukan waktu yang cukup lama dan revolusi tidak menyediakan waktu itu.”

Tidak ada dunia yang bisa menyingkirkan revolusi dari panggung sejarah. Tetapi gedebum raksasa revolusi tak bisa diprediksi dengan penuh akurasi. Setiap orang takkan mampu mengetahui dengan pasti kapan revolusi akan tiba, tapi kita dapat bersiap-siap mulai dari sekarang. Revolusi adalah gelombang dahsyat yang akan menyapu semua yang ada. Namun tiada jaminan keberhasilan revolusi tanpa sebuah rencana. Perkembangan sejarah tidaklah dituliskan terlebih dahulu. Sejarah adalah lautan kepentingan dan pertarungan dari kekuatan sosial yang konkret. Sejarah merupakan proses perjuangan kelas yang hidup. Namun kelas-kelas tidak menanggung beban sepenuhnya secara otomatis dan serentak. Trotsky menulis:

“Dalam proses perjuangan, kelas-kelas menciptakan berbagai organ yang memainkan peran penting dan independen dan tunduk pada deformasi…. Kepemimpinan politik pada saat-saat penting dari perubahan sejarah dapat menjadi faktor yang sama menentukannya dengan peran komando utama selama periode kritis perang. Sejarah bukanlah proses otomatis. Kalau tidak, mengapa membutuhkan pemimpin? Mengapa membutuhkan partai? Mengapa membutuhkan program? Mengapa membutuhkan perjuangan teori?”

Ketika Lenin dan Trotsky menekankan tentang perlunya pembangunan kepemimpinan revolusioner–keduanya tidaklah memikirkan mesin pemilu. Partai revolusioner tidaklah seperti partai borjuis yang menggirangi demokrasi parlementer atau politik elektoral. Bagi kedua pemimpin Revolusi Oktober ini, sebuah kepemimpinan atau partai revolusioner pertama-tama adalah ide-ide yang maju, lalu sebuah program yang didasarkan pada ide-ide itu, diikuti metode untuk mengimplementasikan program, dan setelahnya adalah sebuah struktur dan organisasi yang dapat menyebarkan program ke seluruh front-front pertempuran massa, meraih mata dan telinga mereka, dan meyakinkan lapisan orang-orang ke dalam perjuangan kelas revolusioner.

Suka atau tidak suka, kepemimpinan adalah fakta kehidupan. Seseorang tidak dapat lepas dari kebutuhan untuk berorganisasi, bahkan individu yang mengaku dirinya Anarkis sekalipun. Saat kontradiksi semakin menajam dan semua tendensi individualisme yang sempit disapu oleh ledakan peristiwa, maka setiap orang akan diperhadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai kepemimpinan–struktur dengan perspektif, program, metode, dan tradisi perjuangan. Tanpa organisasi maka kaum buruh hanya akan menjadi bahan mentah ekspoloitasi kapitalisme. Tanpa organisasi maka individu-individu yang ada takkan sanggup bertahan dalam menghadapi gelombang perjuangan kelas yang tajam. Dan, tanpa kepemimpinan yang memadai maka organisasi-organisasi massa mereka takkan mampu bertempur secara efektif dan efisien. Trotsky mengatakan:

“Kepemimpinan terbentuk dalam proses bentrokan antara kelas yang berbeda atau gesekan antara lapisan yang berbeda dalam kelas tertentu. Setelah muncul, kepemimpinan selalu berdiri di atas kelasnya dan dengan demikian menjadi rentan terhadap tekanan dan pengaruh kelas asing. Kaum proletar dapat ‘menoleransi’ untuk waktu yang lama kepemimpinan yang telah mengalami kemerosotan batin sepenuhnya tetapi belum memiliki kesempatan untuk mengungkapkan kemerosotan ini di tengah peristiwa-peristiwa besar. Kejutan sejarah yang hebat diperlukan untuk mengungkap secara tajam kontradiksi antara kepemimpinan dan kelas.”

Sebelum hari revolusi itu tiba, tugas strategis yang kita dihadapi saat ini adalah membangun sebuah alternatif terlebih dahulu: kepemimpinan partai revolusioner. Dengan ide, program, metode, dan tradisi Bolshevisme–PSR berusaha mempersiapkan kader-kader untuk revolusi di masa depan. Dalam kerja-kerja persiapan inilah Anda berusaha didekati. Ratusan kontak telah terkumpul, baik yang berstatus jangka pendek, menengah, maupun panjang. Kami secara rendah-hati meminta Anda bergabung dan berjuang bersama kami untuk membangun alternatif sosialis revolusioner. Kami mengerti, Anda bukanlah seseorang yang mudah percaya. Telah dijelaskan bahwa kesadaran kita berbeda-beda. Kesadaran tertinggal jauh di belakang peristiwa. Perlu peristiwa-peristiwa besar dan mendalam untuk meyakinkan Anda dengan apa yang kami yakini, cintai, dan perjuangkan.

Namun, sebelum goncangan dahsyat itu datang; kami takkan menyerah untuk meraih kontak, memenangkan hati dan nurani laki-laki dan perempuan yang maju dan sadar-kelas, dan mengonsolidasikan mereka secara politik dan organisasional. Hanya pembangunan Bolshevisme yang dapat memberikan jaminan kemenangan revolusi; dengan mempersiapkan calon-calon pemimpin revolusioner masa depan, angkatan politik buruh dan muda, yang akan membawa revolusi sampai ke garis akhir. Dalam kerja-kerja persiapan ini dibutuhkan pendanaan. Sekarang, dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung-jawab; kami menyerukan kepada setiap lapisan pekerja dan pemuda, perempuan dan bangsa tertindas, untuk secara sukarela berpartisipasi dalam pembangunan kepemimpinan revolusioner.

“Tujuan kaum Marxis adalah memperjuangkan transformasi sosialis dalam masyarakat dalam skala nasional dan internasional. Kami percaya bahwa sistem kapitalis telah lama kehilangan kegunaan historisnya dan telah berubah menjadi sistem yang sangat menindas, tidak-adil, dan tidak-manusiawi. Pengakhiran eksploitasi dan penciptaan tatanan dunia sosialis yang harmonis, berdasarkan rencana produksi yang rasional dan demokratis, akan menjadi langkah pertama dalam penciptaan bentuk masyarakat yang baru dan lebih tinggi di mana laki-laki dan perempuan akan berhubungan satu sama lain dan dengan diri mereka sendiri dengan penuh kemanusiaan.”

“Kami percaya bahwa adalah tugas setiap orang yang berperikemanusiaan untuk mendukung perjuangan melawan sistem yang melibatkan kesengsaraan, penyakit, penindasan dan kematian yang tak terhitung banyaknya bagi jutaan orang di dunia. Kami dengan sepenuh hati menyambut partisipasi dalam perjuangan setiap orang progresif, tanpa memandang kebangsaan, warna kulit, atau keyakinan agama mereka.”

– Revolutionary Communist International

Bangun Bolshevisme sekarang juga!

Revolusi butuh bantuan Anda; berdonasilah hanya secara sukarela!

avatar Elang Muda

Oleh Elang Muda

"Api yang melelehkan sutera dan membengkokkan besi akan mengeraskan baja!"

Tidak ada kebenaran, kebaikan, dan keindahan yang bersemayam di altar borjuis. Solidaritas hanya pantas didedikasikan untuk kelas terhisap dan tertindas: kebebasan dan kesetaraan bagi semua yang terhisap dan tertindas; perjuangkan revolusi proletariat-sosialis!

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai