Kategori
Seruan

Komite Persiapan IWD 2023: Undangan Publik Vol. 3

“Mengubah posisi perempuan pada akarnya hanya mungkin jika semua kondisi kehidupan sosial, keluarga, dan rumah tangga diubah.” (Oposisi Kiri)

Sejak kehadirannya, feminisme muncul sebagai gerakan dan ide borjuis dan borjuis-kecil. Bermotif emansipasi perempuan, kaum feminis memperjuangkan persamaan hak perempuan dalam melawan masyarakat pra-kapitalis dengan mengembangkan akal, mengakses pendidikan, hingga berpolitik. Di bawah kapitalisme, mereka memperjuangkan reformasi sosial dan ekonomi untuk melayani kepentingan borjuasi. Pada perkembangan selanjutnya, gerakan feminis mengambil beragam bentuk: feminisme radikal, feminisme psikoanalisis, feminisme eksistensialis, feminisme postmodern, feminisme multikultural, ekofeminisme, hingga feminisme sosialis segala.

Keberanekaragaman tampilan feminis menunjukkan bagaimana interseksionalitas meradangi feminisme. Pemikiran interseksional yang berkembang dalam gerakan feminis memandang penindasan terhadap perempuan memiliki sumber yang berbeda-beda; tidak berasal dari kontradiksi masyarakat berkelas, tetapi dari subyektivitas dan individualitas yang unik: bagaimana setiap orang mengalami bentuk-bentuk penindasan dengan cara yang berbeda dan tergantung pada bagaimana mereka terhubung antara satu sama lainnya sebagai pribadi. Akhirnya, penindasan perempuan direduksi sebagai pengalaman individu semata dan hanya bisa dipahami oleh siapa-siapa yang mengalaminya.

Berdiri di atas tendensi interseksionalitas, kaum feminis menggeser persoalan kelas-kelas sosial dalam masyarakat dengan identitas-identitas gender, seksual, maupun ras. Penekanan terhadap identitas pada akhirnya akan mengaburkan asal-usul dari beragam bentuk penindasan dalam masyarakat berkelas dan penggabungan antara feminisme dengan Marxisme akan melemahkan perjuangan kelas. Sedangkan Marxisme memandang penindasan itu bersumber dari kepemilikan pribadi yang mendorong pembagian kerja dan kelas, meningkatkan surplus-surplus kerja yang diekspropriasi oleh kelas penguasa, dan membentuk negara untuk memaksakan kepentingan minoritas-penghisap terhadap mayoritas-terhisap.

Terlepas dari jenis kelamin, ras atau orientasi seksual mereka; setiap perwakilan kelas penguasa pasti bertindak melayani kepentingan kelasnya. Ketertindasan kaum perempuan dan kelompok-kelompok tertindas lainnya bukan karena kurang terwakili, tapi dikarenakan penindasan sistemik dalam masyarakat berkelas. Demikianlah tiap-tiap pandangan opresif, diskriminatif, rasis dan seksis menjadi cerminan peran ekonomi dan sosial yang mereka tempati di tengah tatatan kelas. Di bawah kapitalisme, bentuk utama opresivitas adalah ekspropriasi nilai-lebih dari seluruh lapisan proletariat–tenaga-tenaga produktif dan cadangan-cadangan tenaga produktif: eksploitasi kerja-upahan dalam kegiatan produksi dengan membayar buruh lebih rendah dari nilai kerjanya, sehingga melemahkan kemampuan reproduksi dalam rumah tangga dan keluarga-keluarga kelas pekerja. 

Kapitalisme yang dimotori oleh pengejaran profit–dalam eksploitasi kerja-upahan–merenggut segala mata pencarian dan kekayaan material masyarakat–selalu menjulurkan spiral penindasan ke bawah. Beragam bentuk ketertindasan perempuan hadir menjadi akibatnya. Tetapi kecenderungan interseksionalitas dari gerakan feminis mendekati masalah penindasan perempuan secara teratomisasi: mengisolasi individu sesuai pengalamannya sendiri-sendiri. Persoalan inilah yang hendak kami diskusikan, terutama bagaimana kaum Marxis menyikapi pertanyaan-pertanyaan perempuan dan perkembangan feminisme. Kami mengundang kalian semua, para kamerad, untuk mengikutinya.

KOMITE PERSIAPAN INTERNATIONAL WOMEN’S DAY 2023

Agenda Publik

Lapak Literatur dan Diskusi Vol. 3

Tema:

“Feminisme dan Marxisme”

Hari/Tanggal: Rabu, 1 Maret 2023

Pukul: 10.00 WITA-Selesai

Lokasi: UBG Mataram

Kontak Kami: 085237221913

avatar Elang Muda

Oleh Elang Muda

"Api yang melelehkan sutera dan membengkokkan besi akan mengeraskan baja!"

Tidak ada kebenaran, kebaikan, dan keindahan yang bersemayam di altar borjuis. Solidaritas hanya pantas didedikasikan untuk kelas terhisap dan tertindas: kebebasan dan kesetaraan bagi semua yang terhisap dan tertindas; perjuangkan revolusi proletariat-sosialis!

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai