Kategori
Seruan

Komite Persiapan IWD 2023: Undangan Publik Vol. 1

“Tugas kita bukan untuk menangis atau tertawa, tetapi memahami dan mengubah dunia.” (Bolshevisme)

Kekerasan gender dan seksual tidaklah seperti yang menjadi keyakinan naif determinisme biologis, feminis liberal maupun radikal: telah lama berlangsung dan niscaya terjadi selama adanya laki-laki. Kami, kaum Marxis, memandang bahwa, dalam perkembangan masyarakat, penindasan terhadap perempuan menjadi fenomena yang relatif baru: muncul pertama kali sekitar 6.000 tahun yang lalu. Materialisme historis telah menjelaskan kalau terdapat zaman dimana penindasan itu tidak terjadi. Fase tersebut dikenal sebagai komunal-primitif. Masa ini memperlihatkan bagaimana umat manusia mempertahankan hidupnya dengan menggunakan alat produksi sederhana dan menaklukan alam secara berkelompok.

Dalam kehidupan masyarakat komunal-primitif perempuan bukan saja menempati posisi yang setara dengan laki-laki, tetapi juga terhormat berdasarkan garis keturunan ibu. Perempuan memiliki kebebasan penuh atas dirinya. Mereka dapat terlibat dalam seabrek aktivitas produksi dan reproduksi, hingga mengambil keputusan-keputusan penting untuk keberlangsungan klan-klannya. Mereka tidak menjadi anggota masyarakat yang rentan, melainkan kuat dan menentukan. Apa yang membuat mereka berposisi dan mendapat peran signifikan? Inilah yang akan kita diskusikan.

Kita tentunya tidak dapat dan takkan pernah mungkin kembali pada zaman itu. Tetapi kita dapat mempelajari masa lalu, mengomparasikannya dengan hari ini, dan menarik kesimpulan-kesimpulan dan prinsip umum yang berguna bukan saja untuk mengetahui bagaimana muasal penindasan perempuan, tetapi juga dapat mengilhami penerapan taktik dan strategi untuk pembebasan perempuan di masa depan. Perjalanan historis umat manusia dan alam terus bergerak maju. Semuanya berkembang dengan kualitas-kualitas yang lebih tinggi. Kondisi material inilah yang memberi optimisme kalau segala bentuk penindasan perempuan dapat dienyahkan dari muka bumi.

Di tengah kepungan seksisme, femisida, serta segala phobia seksual dan gender; kami pikir tidak ada salahnya untuk mendiskusikan itu semua, lebih-lebih tentang kemungkinan-kemungkinan pembebasan perempuan. Kami ingin perempuan, LGBT, dan laki-laki secara sadar membangun hubungan yang setara dan bebas mengembangkan potensi-potensi kemanusiaannya tanpa dihalang-halangi diskriminasi, degradasi, brutalitas dan opresif. Kami yakin akan tiba saatnya dimana perbudakan berabad-abad dihapuskan. Sekaranglah saatnya kita, bersama-sama, memperjuangkan perubahan. Inilah mengapa kamerad sekalian diundang untuk mengikuti agenda publik (lapak literatur dan diskusi) yang segera kami laksanakan.

Lapak Literatur dan Diskusi Vol. 1

Tema:

“Asal-Usul Penindasan Perempuan”

Hari/Tanggal: Kamis, 16 Februari 2023

Pukul: 10.00 WITA-Selesai

Tempat: Universitas Muhammadiyah Mataram

  • Kontak Komite Persiapan IWD 2023: 0852-3722-1913 (Kamerad)
avatar Elang Muda

Oleh Elang Muda

"Api yang melelehkan sutera dan membengkokkan besi akan mengeraskan baja!"

Tidak ada kebenaran, kebaikan, dan keindahan yang bersemayam di altar borjuis. Solidaritas hanya pantas didedikasikan untuk kelas terhisap dan tertindas: kebebasan dan kesetaraan bagi semua yang terhisap dan tertindas; perjuangkan revolusi proletariat-sosialis!

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai