Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia Dewan Pimpinan Cabang se-Jawa Timur dan Mahasiswa Papua bersama Kawan-Kawan Solidaritas
Pada Hari Senin 22 Agustus 2022 telah terjadi tindak kejahatan dan mutilasi empat warga sipil asal Nduga, Papua. Kejahatan penembakan secara misterius, tidak manusiawi, biadap dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh 6 anggota TNI AD serta 3 orang warga sipil yang merupakan orang imigran Indonesia di Timika pada tanggal 22 Agustus 2022 terhadap rakyat sipil 4 orang di Timika, Papua, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM, dan tidak dapat diterima oleh siapapun. Sebab, kondisi organ tubuh dimutilasi dengan terpisah-pisah. Kepala dipotong, kaki dipotong, tangan dipotong dan masukan dalam karung dilapisi dengan y buah batu dan melempar ke sungai. Ini merupakan upaya menghilangkan jejak korban, atas nama: (1) Arnold Lokbere; (2) Irian Nirigi; (3) Lemanion Nirigi; dan (4) Atis Tini.
Peristiwa yang sangat merendahkan martabat manusia orang asli Papua, ini merupakan bagian dari satu paket yang telah dikonsepkan secara struktural, tersistematis oleh negara kolonialisme Indonesia atas kepentingan pendudukan dan penjajahan di atas tanah West Papua. Dengan tujuan utama guna perampokan, pembalakan, pembunuhan dan pemutilasian terhadap rakyat Papua Barat di mulai sejak tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia Pertama) mengumumkan lelaksanaan Tri Komando Rakyat (Trikora) di alun-alun Utara Yogyakarta, hingga kini terus terjadi.
Selanjutnya Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor Jenderal Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merupakan untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer Indonesia di atas tanah Papua untuk menggambungkan Papua Barat ke dalam Indonesia.
Indonesia adalah pegiat pelanggar Hak Asasi Manusia di Papua. Lebih jauh kita melihat korban kekerasan militer NKRI dari awal kedudukannya di West Papua sampai tahun 2022. Pemerintah Indonesia lebih menyukai jalan operasi militer sebagai pola penyelesaian dan mempertahankan masalah Papua Barat. Kekuatan keamanan Indonesia telah menyelenggarakan berbagai operasi militer yang masif sejak 19 Desember 1961 setelah adanya Tri Komando Rakyat. Oleh karena itu kami Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Barat Dewan Pimpinan Cabang Surabaya-Malang (IPMNI-DPWIB-DPC-SM-SJT) mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, untuk segera bertanggungjawab.
Dengan demikian, maka kami dari Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia Dewan Pimpinan Cabang Surabaya-Malang dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua se-Malang Raya bersama Kawan-Kawan Solidaritas kemanusiaan melakukan aksi protes atas kasus penembakan dan mutilasi terhadap 4 orang masyarakat sipil Papua. Aksi tersebut akan dilakukan pada:
Hari/Tanggal: Senin, 19 September 2022
Titik Aksi: Stasiun Gajayana-BCA-Polresta Malang, Jawa Timur
Pukul: 08.00 WIB-selesai
Tema: “Militer Indonesia adalah Mesin Pembunuh bagi Orang Asli Papua”
Salam hormat, untuk mewujudkan perikemanusiaan dan perikeadilan di atas bumi Papua.
Medan Juang, 18 September 2022
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia Dewan Pimpinan Cabang se-Jawa Timur dan Mahasiswa Papua bersama Kawan-Kawan Solidaritas

One reply on “Seruan Aksi Solidaritas untuk 4 Korban Penembakan dan Mutilasi di Papua”
Reblogged this on KAUM INTELEKTUAN PAPUA.
SukaSuka